Negara Maju

Suka ngerasa aneh sendiri setiap lihat ada orang yang banding-bandingin Indonesia dengan negara maju, semacam jepang atau kerajaan arab misalnya. Itu orangnya nyadar ngga sih, sekarang ini kita sedang dalam tahap perubahan menuju kesana lho. Pemerintahan sedang getol memperbaiki sistem administratif dan pemerataan pembangunan. Ya memang belum bisa dibandingin, namanya juga baru mulai. Misalnya aja situ lulusan S2, memangnya situ mau dibandingin sama yang lulusan TK? Cari perbandingan itu yg selevel dikit lah.

Pernyataan-pernyataan nyinyir macam “negara kita payah, presidennya payah”. Situ sehat? Situ udah berbuat apa buat negara? Ngga usah yang gede-gede, udah belum buang sampah pada tempatnya? Udah belum menghargai orang lain dengan tidak merokok sembarangan? Itu lho salah satu habit masyarakat di negara maju, kalau belum sanggup mengikuti 2 hal itu ya mbok introspeksi diri dulu.

Negara maju itu, bukan cuma soal bangunan yang megah atau transportasi yang canggih atau sistem administrasi pemerintahan yang rapi. Tapi juga soal pola pikir dan mental masyarakatnya. Kalau soal pinter-pinteran, kurang pinter apa coba anak muda Indonesia? Coba sebutin berapa kali indonesia menang di ajang olimpiade sains internasional? Sering bangeeet, malah jadi semacam target langganan tiap tahunnya. Tapi kok indonesia ya gini-gini aja sih? Ya karena situnya gitu-gitu aja.

Ada pebisnis asing sukses di Indonesia, dinyinyirin. Giliran ada ustad asli Indonesia punya bisnis maju, dinyinyirin juga.Diajak berevolusi mental, dinyinyirin presidennya, dicari-cariiii banget kesalahannya. Ngga lelah apa jadi manusia nyinyir begitu?

Tidak ada pemimpin yang sesempurna Sayyidina Muhammad. But, come on.. Nabi Muhammad yang pilihan Tuhan saja masih punya haters, apalagi presiden yang cuma pilihan rakyat. Selama Indonesia belum pindah ke surga, akan selalu ada setan-setan yang berusaha menggoda manusia untuk saling membenci satu sama lain. 

Mungkin, kadangkala kita menerima sebuah berita yang tidak baik tentang negeri ini. Tapi ingat, kita masih punya Tuhan yang menerima segala macam doa. Berdoa untuk presiden dan pemimpin-pemimpin kita. Berdoa untuk Indonesia supaya makin sejahtera rakyatnya, semakin maju mental dan peradabannya. Karena masa depan yang baik dimulai dari pikiran dan harapan yang baik. Bukannya tidak realistis, tetapi Tuhanistis. Percaya, diatas segala kuasa, masih ada Tuhan Yang Maha Kuasa. Jika memang ingin Indonesia selevel dengan negara-negara maju, ayolah, maju!!! Dan jangan lupa doanya.

Advertisements

Rejeki Tiada Tara

Beberapa bulan belakangan (sebenarnya sih beberapa tahun, tapi baru sadar beberapa bulan ini), seperti diberikan pencerahan-pencerahan sama Yang Di Atas. Bahwa, rejeki itu bukan cuma sekedar uang atau makanan. Tapi, punya suami yang baiiiik banget, sabar dan pengertian, lalu punya mertua yang sama baiknya kaya anaknya, adalah sebuah rejeki yang tiada taranya.

Berkaca dari kehidupan banyak orang, terutama orang-orang sekeliling. Kadang kala yang kita lihat hanya lebihnya mereka saja, lalu karena itu kita jadi merasa kurang. Banyak orang yang menampilkan yang baik-baik di depan orang lain, dan tanpa orang lain tau sebenarnya itu hanya topeng untuk menutupi perasaan yang sebenarnya hancur atau dompet yang meringis-ringis. Tapi jika sebenarnya yang disembunyikan sama baiknya dengan yang ditunjukan ke banyak orang, maka bukan main bahagianya. Berarti perlu dicontoh, bukan dijauhin, bukan di-nyinyirin.

Melihat orang lain bisa lebih baik, harus jadi bahan introspeksi buat diri sendiri. Mungkin sedekah kita yang kurang banyak, mungkin sikap kita ke suami dan orang lain yang kurang baik, mungkin perhatian kita ke anak yang kurang banyak. Dan jangan lupa juga menghitung-hitung apa yang udah Allah kasih ke kita. Bisa makan 3 kali sehari, alhamdulillah. Punya kendaraan yang selesai cicilannya, alhamdulillah. Punya tempat tinggal layak untuk berteduh, alhamdulillah. Sehat terus jarang sakit, alhamdulillah. Punya sahabat yang perhatian, alhamdulillah. Punya suami yang super sabar, alhamdulillah. Punya anak yang ceria, alamdulillah. Punya mertua yang ngga cerewet, alhamdulillaaaah.

Selalu percaya Allah Maha Adil. Dia sudah menakar rejeki semua manusia, tidak ada yang tertukar. Mungkin sebuah hal baik untuk orang lain, tapi belum tentu baik untuk kita. Atau bisa jadi memang belum saatnya rejeki itu datang. Semua hal memiliki keterkaitan di jagad semesta ini, seperti domino yang runtuh berurutan. Jadi bersabarlah, mungkin rejeki kita ada di kepingan domino paling belakang.

Dan yang terpenting dari semua itu, semoga orang tua, suami, anak, mertua, sahabat dan siapapun di sekeliling kita juga merasa beruntung dan bersyukur karena sudah memiliki dan mengenal kita dalam hidup mereka. Amin.

Dalam Pusara

Dalam hati ada bimbang
Bimbang hidup dimana
Yang sebentar kah
Yang abadi kah

Dalam jiwa ada nafsu
Nafsu meraja
Punya semua yang orang punya
Padahal nafsu tak masuk pusara

Saat jantung berhenti berdegup
Semuanya tak ada yang tergenggam
Bahkan kulit yang membalut tulang

Detik-detik akan berlarian
Meninggalkan pusara yang terhapus ingatan
Maka tinggalah ruh dan amal
Dalam keabadian

Dalam pusara ada rindu
Rindu bersujud padaNya
Memintakan ampun
Selagi massa masih berputar
Dahulu.

Monkey D Luffy, For Me

Gila, udah setahun ngga ngisi blog ini, haha..

Setahun ini ngga terlalu memuaskan, terlalu datar, tapi walaupun begitu saya tetep bersyukur karena ada hal-hal yang berhasil saya capai. Alhamdulillah. Dapet pengalaman baru, dapet ilmu baru, dapet temen baru. Alhamdulillah ya Allah. Yang terpenting saya mulai menemukan prioritas hidup saya. Hare gene? Ya secara umur saya udah seperempat abad, jadi selama ini saya hidup kaya angin, bergerak sesuai tekanan udara aja, ga punya prioritas dan arah pasti. Dan, InsyaAllah hal ini akan berubah di tahun-tahun mendatang.

Semuanya berkat Monkey D LUffy, iya, Monkey D Luffy yang bajak laut topi jerami itu. Si tokoh utama komik terlaris di Jepang, One Piece. Mungkin sebagian orang menilai, Cuma anak-anak yang masih suka baca komik atau nonton kartun. Well, whatever. Saya sih baca itu emang sejak masih anak-anak, dan sialnya sampe umur saya segini tu komik belum selesai juga. Mau ditinggalin ya gimana donk? Kan udah terlanjur cinta. Hehe..

Well, ngomong-ngomong soal cinta ke komik itu, awalnya sih saya baca itu karena suka (dan lama-lama jadi maniak) sama semua tokoh dan jalan ceritanya. Bahkan, saya sampe berkhayal bisa masuk ke dunia itu dan jadi salah satu tokoh jagoan temennya si Luffy. Berlebihan? Kalo buat orang yang ga suka komik mungkin iya, tapi buat sesama One Piece lover ga tuh, saya yakin para One Piece Lover yang lain juga punya tokoh imajinasi mereka di dunia One Piece dan berharap Eichiiro Oda mau masukin beneran ke dalam ceritanya.. haha.. mimpi!

Hey! Apa hubungannya donk paragraf pertama di atas dengan omong kosong One Piece? Jadi, intinya sih saya bener-bener terinspirasi sama kegigihan Monkey D Luffy. Ah, sebenernya saya benci pake istilah ‘terinspirasi’ itu. Ya tapi pokoknya saya bener-bener terpacu oleh semangatnya Luffy, yang di ceritanya dia sih pengen jadi Raja Bajak Laut. Tapi saya bukan pengen jadi Raja Bajak Laut juga kok. Haha.. Jadi sesuatu pokoknya lah ya.

Dan setelah dipikir-pikir, One Piece udah ngasih bimbingan banyak buat saya. Tentang berperilaku, tentang perjuangan, tentang semangat, tentang persahabatan, tentang prioritas, tentang kebesaran hati. Jadi, kalo Luffy aja ga patah-patah semangatnya buat jadi Raja Bajak Laut, kenapa saya juga ga bisa. Bersama Luffy, saya juga akan (mulai) berjuang lebih keras demi mencapai mimpi-mimpi saya.

ImageImageImage

Dear Little Azka

Dear little Azka,

Dua hari yang lalu kamu datang, disambut suka cita oleh jiwa-jiwa yang tulus menunggu kehadiranmu. Hari ini, tante baru bisa menggendongmu, pengalaman pertama buat tante, lalu mata kita bertemu, and so amazing, you beat my heart, you make me fallin love with you..

Well Azka yang masih polos dan suci, tepat dua hari Azka datang ke dunia ini, di televise di putar berita bahwa ada teman Azka yang di jual ayah bundanya demi setipis uang, dunia ini memang sudah matre, hidup sudah tidak cukup hanya dengan cinta dan kasih, keduanya tidak cukup untuk membeli beras dan susu. Dan betapa beruntungnya Azka, datang pada keluarga yang bisa memenuhi ketiga factor untuk menunjang hidup Azka paling tidak sampai Azka bisa menunjang kehidupan Azka sendiri.

Maka semoga Azka bisa jadi Azka yang selalu ditunggu-tunggu kedatangannya, seperti saat sebelum dua hari yang lalu. Semoga Azka selalu bisa menyenangkan hati ayah bundanya seperti ayah bunda menyenangkan hati Azka saat semalaman Azka tak mau lepas dari pelukan ayah bunda. Semoga Azka kelak bisa menjadi Azka yang bertanggung jawab seperti ayah bunda yang dengan cinta kasih sudah merawat Azka sejak dalam kandungan.

Tante sayang Azka, semoga kita bisa selalu dekat seperti ini ya, hanya berjarak 20 cm saling menatap. Azka tidur gelisah sekali ya, jangan takut sayang, akan ada orang-orang yang selalu siap memeluk Azka dan mengusir hantu dari mimpi-mimpi buruk hidup Azka, sekarang dan selamanya.

I Love you much, and welcome to this crowded world.

Nb: sekarang lagi ngetren @poconggg lho, seorang penulis nyleneh dengan gaya dan ide yang nyleneh, banyak yang suka, banyak yang ngga tau, banyak juga yang ngga peduli, semua punya pilihan untuk menyukai dan tidak menyukai. Kalau tante sih sangat menyukai..hahaha… 😛

 

Garis Hitam Vertikal Satu Senti

Aku suka berasumsi, tentang berbagai hal yang aku lihat dan aku temui. Sayang pas udah duduk di depan laptop dua kilo kesayanganku, semua kata-kata jadi buyar kayak ketiup angin. Yang ada tinggal garis vertikal satu senti yang kedap-kedip di atas kertas putih yang seksi. Tiap kedipannya jadi terlihat kayak kode morse yang isinya “mane??katanya suka nulis??kok saban tadi gw kagak maju-maju??”

Sialan!!

Jadi, terciptalah tulisan yang seuprit ini. Semoga Tuhan memberikan jalan keluar untuk kata-kata di dalam otakku, buat lewat n ngehajar tu si garis hitam vertikal satu senti. Amin.

I Love Travelling

Aku sangat menyukai travelling, terutama travelling ala Backpacker, yang gembel-gembelan tapi murah meriah. Banyak yang tidak percaya bahwa aku hanya membawa uang kurang dari satu juta rupiah untuk mendapatkan liburan menyenangkan di Bali dan Lombok. Sudah termasuk diving, sewa alat snorkling, parasailing dan belanja oleh-oleh. Jangan heran, karena aku mendapatkan support penginapan dan full akomodasi di tempat-tempat tujuan oleh teman-teman lama yang kebetulan tinggal di situ. Sejujurnya, walaupun aku tidak mempunyai teman di daerah tujuan, maka aku akan mencarinya di forum andalan backpacker-backpacker indonesia. Hahahaha..

Euphoria travelling sudah sangat terasa di tubuhku sejak sebulan sebelum keberangkatan. Karena biasanya sebulan sebelum berangkat itu aku mulai mengumpulkan informasi tentang tetek bengek destinasiku. Mencari tiket pesawat terrrrrmurah. Juga mencari teman yang berminat untuk ikut serta. Biasanya sih aku membatasi jumlah orang yang ikut, maksimal 2 orang, apalagi kalo orang-orangnya cuma pengen ikut nyobain jalan-jalan gaya backpacker doank, alamat bakal aku tinggal di jalan kalo kebanyakan ngedumel.

Lalu tibalah saat keberangkatan. Sejujurnya aku orang yang gampang masuk angin, gampang capek dan ngga bisa tidur selain di atas kasur. Tapiii.. Semua alasan itu hilang tertutup euphoria jalan-jalan. Travelling terlamaku adalah 5 minggu, full ngga pulang ke rumah, dan selama sebulan itu numpang dari satu rumah temen ke rumah temen yang lain. Sempet juga ngemper di masjid, di terminal, di stasiun. Tapi semuanya seperti ngga ada rasanya. Yang terasa justru kenikmatan yang ngga tergantikan. Ketika udah penat suntuk dan capek di jalanan terus nyampe di tempat tujuan, ternyata tempat itu lebih indah dari yang di bayangkan, terbayar. Tapi sebenernya wisata itu sudah di mulai sejak awal mula perjalanan. Sejak aku mengucap Bismillah dan melangkah keluar dari rumah. Bagiku, sepanjang perjalanan adalah laboratorium manusia. Melihat, mengamati, dan memberi kesan pada tiap individu yang kita temui. Suka dukanya tidak akan bisa di beli. Semua itu jadi kesan tersendiri yang menagih aku untuk melakukannya lagi dan lagi.

Dan.. Imbasnya, biasanya jika traveling sudah selesai aku baru tergeletak di rumah kelelahan. Segala macem penyakit orang  abis bepergian baru mulai berdatangan, mulai dari masuk angin, diare, pegel-pegel , migran, sampai insomnia.

Apapun, yang jelas pengalaman-pengalaman itulah yang termahal. Dan aku kecanduan.