Belitung with Odis 1y8m – day 1

Mumpung masih segar di ingatan, mau share pengalaman traveling ke Belitung pertengahan Juli lalu. Traveling kali ini terasa lebih spesial, karena pertama kalinya ngajak Odis. Well, sebenernya bukan pertama kalinya juga Odis diajak jalan-jalan. Tapi pada trip-trip sebelumnya, kami melakukannya bersama anggota keluarga besar yang lain, jadi ya tidak terlalu terasa repotnya, karena Odis jadi banyak yang momong.
Rencana ke Belitung ini pun terhitung dadakan, karena awalnya kami hanya berencana liburan ke Bandung saja. Tapi pas lagi hunting tiket kereta dan hotel bandung, tiba-tiba iseng survey tiket pesawat dan hotel ke Belitung. Dihitung-hitung lagi budgetnya, lah kok beda tipis aja nih. Lobi-lobi ke suami, eh doski setuju. Ya wes, rutenya kita putar ke barat laut, ke selat Karimata, ke sebuah pulau timah yang terkenal dengan Laskar Pelanginya, Pulau Belitung.

Kami ambil penerbangan paling pagi dari Jakarta. Berangkat dari  Depok jam 4.30, udah ketar-ketir takut terlambat. Pas mau check in, pas banget last call buat yang mau check in ke Tanjung Pandan, nasib baik masih bisa masukin bagasi, repot juga kalo harus gotong-gotong keril ke kabin. Pas masuk ruang tunggu eh pas panggilan boarding, kan jodoh. Penerbangan ke Tanjung Pandan hanya ditempuh dalam waktu 1 jam, ngga kerasa banget, Odis aja belum sempet bosen, eh kapten udah bilang pesawat kita udah mau mendarat.

Kami disambut cuaca mendung dan gerimis, sempet down juga sih, hawanya langsung pengen pulang terus bobo lagi. Ngebayanginnya kan langit dan laut biru jadi latar foto-foto kita nanti. Tapi mau gimana lagi? Masa mau pulang terus bobo beneran? Hahaha.

Di bandara kami janji ketemuan sama Pak Hasmin, yang motornya akan kami sewa beberapa hari kedepan. Tadinya mau ngambil sewaan motor dari rental, tapi rata-rata mereka ngga mau kalo startnya dari bandara, jadi dari bandara harus pake jasa antar jemputnya dulu ke hotel, baru deh motornya diantar ke hotel. Tapi biaya antar jemputnya itu lho, rasanya kurang sudi gimana gitu ya. Setelah ngubek blog-blog orang akhirnya dapetlah nomernya Pak Hasmin ini, dan yang paling penting si bapak mau nganter motornya ke Bandara, ada biaya antarnya sih, tapi ngga mahal lah, ngga lebih dari harga sewa per hari. Di akhir catatan (day 3) akan saya share total pengeluaran kami dan nomer-nomer kontak yang bisa dihubungi, so, stay tune…

Oke, lanjut. Karena gerimisnya makin deras, maka kami memutuskan untuk early check in ke hotel. Untungnya boleh, mungkin karena pada hari itu tamunya hanya kami saja kali ya, kebetulan kami berangkat hari kamis. Kami menginap di Hotel Casa Beach, dulunya hotel ini bernama Pondok Impian 2. Hotel ini punya 3 type kamar : bisnis, ekskutif, dan cottage. Untuk kamar kelas bisnis sepertinya non-AC, karena di bagian luar dinding kamarnya ada lubang-lubang ventilasi exhause. Untuk kamar eksekutif, standar lah ukuran kamar hotel bintang 2. Dan untuk type cottage, memiliki beberapa ruangan di dalamnya seperti rumah. Saya sih suka banget dengan hotel ini, exteriornya nuansa Bali gitu dan dia punya view langsung ke laut, kalo pas sore bisa leyeh-leyeh di teras atau bale sambil liat sunset, pokoknya hommy banget. Kalo ke Belitung lagi, saya pasti akan menginap di hotel ini lagi.

Karena gerimis tidak kunjung reda dan berhubung Odis juga ngantuk karena bangun pagi-pagi banget dan belum tidur sepanjang perjalanan, maka kami putuskan untuk beristirahat sejenak di hotel. Sekitar jam 10an, gerimispun usai, langit mulai terang walau masih diselimuti awan, udara juga semakin menghangat. Odis bangun, langsung deh caw ke destinasi pertama yaitu Tanjung Kelayang untuk menyeberang keliling pulau.

Oleh pak Hasmin, kami diberikan nomer kontak pemilik kapal kenalannya. Waktu tempuh Tanjung Pandan ke Tanjung Kelayang sekitar 30 menit saja. Sepanjang jalan kita bisa melihat rumah-rumah khas Belitung, modelnya persis kayak rumahnya bu Muslimah di Laskar Pelangi.

Melewati beberapa pertigaan, tibalah kami di tanjung kelayang. Tanjung Kelayang sendiri adalah pantai pelabuhan, disini banyak kapal-kapal yang bisa disewa wisatawan untuk berkeliling ke pulau-pulau kecil di sekitar Belitung. Tarifnya berkisar antara 500-700rb untuk kapal kapasitas 10 orang. 

Setelah bertemu dengan kenalan Pak Hasmin, kami pun bersiap-siap ganti baju dan tidak lupa pesan makanan untuk makan siang di warung makan yang ada di situ. Sebagai catatan, sebaiknya kawan-kawan mempersiapkan makan siang sebelum berangkat, karena tidak ada warung makan di pulau-pulau yang nantinya akan kita kunjungi. Jika ingin makan siang lebih mewah bisa pesan di resto (lupa namanya) yang ada di pelabuhan situ, tapi pesannya pun tidak bisa pas hari H, minimal sehari sebelumnya. Mungkin masalah makan ini bisa dikonsultasikan ke guide atau pemilik kapal.

Oya, kami dapat tarif sewa kapal 500rb, sudah dengan life jacket dan belum termasuk alat snorkeling. Sewa alat snorkeling 50rb. Karena kami bawa Odis, jadi kami sewa 1 set saja yang nantinya akan dipakai secara bergantian. Sebenarnya disediakan life jacket untuk anak-anak, tapi terlalu besar untuk Odis, jadi Odis pakai pelampung sendiri yang kami bawa dari rumah.

Oke, berangkaaat.

Pulau pertama yang kami kunjungi adalah pulau batu berlayar, setelah sebelumnya melintas dan foto-foto sebentar dengan background batu garuda. Pulau batu berlayar ini adalah pulau kecil yang isinya batuan granit yang besar-besar, sepertinya jika pasang laut terlalu tinggi tidak akan bisa menepi di pulau ini. Puas foto-foto, lanjut ke pulau gusung pasir yang hanya timbul saat air surut. Setelah itu lanjut ke pulau lengkuas. Di pulau ini ada salah satu iconnya wisata belitung, yaitu mercusuar, sayang saat kami datang mercusuarnya sedang ditutup, kecewa 😣. Di pulau ini juga banyak wisatawan yang istirahat makan siang. Disini sebenernya ada warung kecil, tapi hanya jual pop mie, kelapa, dan jajanan aja, tak ada nasi. Karena kami numpang makan di meja milik pedagang kelapa jadi untuk formalitas kami beli 1 kelapa. Dan harga kelapa sebutir itu 25.000 sajah, hahahaha..

Puas foto-foto, main pasir dan istirahat di pulau lengkuas (Odis bahkan sempet bobo siang sebentar), kita lanjut snorkeling. Spot snorkelingnya ngga jauh dari pulau ini, dan terumbu karangnya juga masih bagus-bagus. Kapal-kapal tidak membuang jangkar disini, disediakan tali untuk mengaitkan kapalnya, kayak di TN Komodo, so dengan begitu terumbu yang ada dibawahnya ngga akan hancur tertimpa jangkar. Nicee. Saya hanya sempat snorkeling sebentar, karena Odis mulai rewel dan minta nenen. Ayah hilir mudik kesana kemari sampe kapal yang tersisa hanya tinggal kapal kami saja. Odis juga sempat penasaran pengen turun ke laut, tapi pas udah turun dia malah takut, mungkin baru pertama kali ngerasain sensasi ngambang-ngambang sambil diombang-ambing ombak.

Setelah puas snorkeling, kapal lanjut berlayar lagi. Tadinya masih ada 1 pulau yang akan kita kunjungi, tapi Odis udah bobo nyenyak banget, kasian, pasti dia kecapean. Akhirnya kami putuskan untuk kembali ke Tanjung Kelayang saja.

Sampai di Tanjung Kelayang bersih-bersih, dan Odis masih tetap terlelap πŸ˜…. Setelah semua rapi, termasuk Odis yang walaupun digantiin bajunya masih bobo nyenyak, kami pun pulang. Tadinya mau mampir di pantai Tanjung Tinggi, tapi lagi-lagi karena pertimbangan Odis jadi kami tunda dulu. 

Kami tiba di hotel sebelum magrib, dan Odis udah ceria lagi, udah 100% lagi ni bocah. Sembari menunggu magrib, kami leyeh-leyeh di belakang hotel sambil menikmati sunset.

Malamnya kami makan di resto Timpo Doeloe dan pesan menu dulang set berdua. Ternyata oh ternyata, isinya banyak bangeeet, bahkan buat yang makannya banyak sekalipun. Dulang set ber-2 ini bisa dimakan ber-4 atau ber-3 kalo yang makannya banyak. Menunya menu khasnya Belitung banget, bintang utamanya adalah Gangan ikan. Well, secara keseluruhan makanan-makanannya enak, tapi kurang cocok aja di lidah saya, suami sih doyan banget! Malah dia yang habiskan semua saat saya (yang notebene makannya lebih banyak) kekenyangan. Dan disini, Odis ngga bisa diem banget! Bikin rusuh satu resto. Karenanya terpaksa kami makan bergantian πŸ˜₯.

Selesai makan, keliling kota sebentar, mampir ke toko beli jajan, lalu kami kembali ke hotel untuk beristirahat.
See you in day 2 yaaaa 😘

Belitung day 2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: