Rejeki Tiada Tara

Beberapa bulan belakangan (sebenarnya sih beberapa tahun, tapi baru sadar beberapa bulan ini), seperti diberikan pencerahan-pencerahan sama Yang Di Atas. Bahwa, rejeki itu bukan cuma sekedar uang atau makanan. Tapi, punya suami yang baiiiik banget, sabar dan pengertian, lalu punya mertua yang sama baiknya kaya anaknya, adalah sebuah rejeki yang tiada taranya.

Berkaca dari kehidupan banyak orang, terutama orang-orang sekeliling. Kadang kala yang kita lihat hanya lebihnya mereka saja, lalu karena itu kita jadi merasa kurang. Banyak orang yang menampilkan yang baik-baik di depan orang lain, dan tanpa orang lain tau sebenarnya itu hanya topeng untuk menutupi perasaan yang sebenarnya hancur atau dompet yang meringis-ringis. Tapi jika sebenarnya yang disembunyikan sama baiknya dengan yang ditunjukan ke banyak orang, maka bukan main bahagianya. Berarti perlu dicontoh, bukan dijauhin, bukan di-nyinyirin.

Melihat orang lain bisa lebih baik, harus jadi bahan introspeksi buat diri sendiri. Mungkin sedekah kita yang kurang banyak, mungkin sikap kita ke suami dan orang lain yang kurang baik, mungkin perhatian kita ke anak yang kurang banyak. Dan jangan lupa juga menghitung-hitung apa yang udah Allah kasih ke kita. Bisa makan 3 kali sehari, alhamdulillah. Punya kendaraan yang selesai cicilannya, alhamdulillah. Punya tempat tinggal layak untuk berteduh, alhamdulillah. Sehat terus jarang sakit, alhamdulillah. Punya sahabat yang perhatian, alhamdulillah. Punya suami yang super sabar, alhamdulillah. Punya anak yang ceria, alamdulillah. Punya mertua yang ngga cerewet, alhamdulillaaaah.

Selalu percaya Allah Maha Adil. Dia sudah menakar rejeki semua manusia, tidak ada yang tertukar. Mungkin sebuah hal baik untuk orang lain, tapi belum tentu baik untuk kita. Atau bisa jadi memang belum saatnya rejeki itu datang. Semua hal memiliki keterkaitan di jagad semesta ini, seperti domino yang runtuh berurutan. Jadi bersabarlah, mungkin rejeki kita ada di kepingan domino paling belakang.

Dan yang terpenting dari semua itu, semoga orang tua, suami, anak, mertua, sahabat dan siapapun di sekeliling kita juga merasa beruntung dan bersyukur karena sudah memiliki dan mengenal kita dalam hidup mereka. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s