To Bali (From Balikpapan) – Part 1

Udah lama ngga nulis.

Baiklah, pada kesempatan kali ini mau ngebahas rincian perjalananku ke Bali kemarin. Banyak yang beranggapan ke Bali adalah sebuah kemewahan, secara Bali adalah tempat wisata paling populer di Indonesia, jadi banyak yang mikir, ke Bali itu mahallll. Padahal ngga kok. Baiklah, berikut perinciannya.

Aku berdomisili di Balikpapan, Kalimantan Timur. Tadinya mau naik pesawat, tapi ngga ada penerbangan langsung Balikpapan-Bali. Nyari yang promo, ada sih Jakarta-Denpasar Rp.99.000,-, tapi Balikpapan-Jakartanya yang mahal, sama aja. Setelah di timbang-timbang akhirnya di putuskan naik pesawat Balikpapan-Surabaya, terus Surabaya-Bali via Banyuwangi (ngecer).

Day 1

Penerbangan jam 08.35 WITA dari Bandara Sepinggan Balikpapan. Sempet delay hampir setengah jam. Sampe di Juanda kurang lebih jam 09.00 WIB. Ongkosnya Rp.309.000,- ditambah airport tax Rp.40.000,-.

Sampe juanda nyari info perjalanan termurah ke Bali. Alternatifnya bisa naik bis dari Terminal Bungurasih Surabaya sampe di Terminal Ubung Denpasar, ongkosnya berkisar 80rb-150rb, tapi perjalanannya lamaaaaa. Jadi di pikir-pikir kayanya enakan naek kereta, walopun ngga praktis tapi bisa ganti-ganti suasana. Jadilah kita naik kereta, tapi pas diliat jadwalnya (via web KAI) ternyata jam berangkat kereta Sri Tanjung masih 6 jam dari jam pesawat mendarat. Jadi demi membuang waktu, (tadinya mau keliling Surabaya dulu, tapi demi nama IRIT) aku n temenku tidur-tiduran di anjungan pengantar or waving galery sampe azan zuhur berkumandang. Dari Bandara Juanda kami naik taksi gelap yang tarifnya kami paksa turun sampe Rp.20.000/org, sama kaya tarif Damri ke Bungurasih terus naek angkot ke stasiun Wonokromo.

waste the time in the waving galery at Juanda Airport

Kereta berangkat sekitar pukul 14.00 WIB dari Wonokromo. Sambil nunggu kereta makan siang soto Lamongan + es teh manis Rp.10.000,-

Kereta Sri Tanjung adalah kereta ekonomi yang mondar-mandir Yogyakarta-Banyuwangi, kalo dari Yogya tarifnya Rp.35.000,-, karena kami naik di tengah-tengah perjalanan maka tarif kereta Sri Tanjung (Wonokromo-Banyuwangi) Rp.24.000,-.

on the SRI TANJUNG train

Kereta sampai di stasiun Banyuwangi jam 22.00 WITA. Kami langsung menuju pelabuhan Ketapang dengan berjalan kaki. Kapal penyebrangan menuju Gilimanuk ada setiap jam. Dan tiket fery Ketapang-Gilimanuk adalah Rp.6.000,-.

di atas fery ke gilimanuk

Lama menyebrang hanya 1 jam. Kami makan malam popmie yang di beli di minimarket di pinggir jalan antara stasiun Banyuwangi-Pelabuhan Ketapang. Harga popmie Rp. 2.500,- dan beli air panas Rp.2.000,-.

Keluar dari pelabuhan Gilimanuk ada pemeriksaan KTP oleh petugas kepolisian, jadi jangan lupa bawa KTP ya kalo mau ke Bali. Terminal Gilimanuk ada tepat di depan pelabuhan ferynya, jadi tinggal jalan kaki, ngga usah naek ojek. Karena kami sampai pada saat Terminal belum beroperasi jadi terpaksa kami menunggu. Ongkos bis dari Gilimanuk ke Denpasar Rp.25.000,-.

Total biaya perjalanan Balikpapan-Denpasar = Rp.438.500,-, ditambah biaya beli air mineral Rp.5.500,-. Jadi total keseluruhannya = Rp.443.500,-.

Sampe di Denpasar Day 2 pagi.

Bersambung..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s