Bukit Bangkirai oh Bukit Bangkirai (2)

Oke..kita lanjutkan (cerita) perjalanannya…

Setelah bertepos-tepos ria di atas jok motor, akhirnya sampai juga deh di depan ‘gang’ menuju ke Bukit Bangkirai.. Udah sampe?? beluuuummm tauuuukk.. masih ada 10km-an lagi untuk bener-bener sampe di entrance si Bukit Bangkirai, itulah kenapa saya sarankan untuk berkendara pribadi aja. Melewati jalanan tanah yang di padatkan yang tentu saja jauh dari kualitas mulus. Itulah kenapa aku dan teman-teman mengharapkan paginya ga hujan, bukan karena takut kebecek-becekan, tapi lebih karena faktor keselamatan diri, motor, dan mood. Yaaa bisa di perkirakan sendiri kan gimana rasanya bawa motor di atas jalanan tanah yang becek, terjal dan berliku-liku. Salah satu temanku ada yang memiliki pengalaman buruk itu, setelah denger cerita ‘apes’nya tentu saja aku sangat amat menghindari hal tersebut. ๐Ÿ™‚ . Well, sepanjang jalan menuju entrance adalah hutan rimba (??) beberapa pohon di pinggiran jalan nampak di tumbangkan, entah apa maksudnya? mungkin pengelola berniat melebarkan jalan. Daaaan… setelah lebih setengah jam-an, mau tau apa yang kami temukan? tepat disamping jalan yang kami lewati itu, melintas jalan yang lebar, ya ya..itulah jalur perlintasan truk-truk pengangkut batubara (lagi) yang tambangnya sepertinya tidak jauh dari lokasi cagar alam tersebut, kedengeran dari suara mesin-mesin yang gemuruhnya kaya monster raksasa yang rakus, mengerikan, menyedihkan, menyebalkan, menggeramkan!!!!

Well next, klo kamu udah ketemu jalanan yang fotonya di atas itu berarti entrance Bukit Bangkirai sudah tinggal kurang lebih 200 meter aja..horaaayyy…

Yup, diatas adalah foto entrance Bukit Bangkirai, klo lagi rame pengunjung, biasanya petugas loketnya stand by di loket pas kita mau masuk area ini, tapi karena kita berkunjung di bukan hari libur, jadi loket masuknya dibiarin kosong dan si petugas merangkap jadi tukang parkir, petugas loket, dan pedagang souvenir..hehehe…biaya masuknya cuma Rp.2000,-/org dan Rp.2000,-/motor. oya, disini juga disediakan beberapa unit villa lho.. jadi klo berminat buat ‘nyepi’ atau honeymoon juga bisa jadi pilihan yang tepat, harga sewanya 450rb/mlm, klo ga bawa persediaan bekal yang cukup, tersedia juga restoran alakadarnya, tapi ya bersiap aja buat merogoh kocek agak dalam. Hehe.. ๐Ÿ™‚

Setelah itu perjalanan kami lanjutkan dengan trekking sejauh kurang lebih setengah kilometer. Sepanjang trek banyak ditemui pohon-pohon Bangkirai (yaiyalah..namanya juga Bukit Bangkirai), mulai dari yang segede tongkat pramuka sampe yang guede-guede banget kaya raksasa, dasar aku udik, ga pernah ke hutan, ketemu pohon guede ya pastinya harus narsis dulu foto-foto buat pamer sama temen-temenku di jakarta yang notabene sama udiknya kaya aku. hahaha.. terus nemu semut yang segede jempol tangan, dan sekali lagi nemu pohon-pohon yang guede banget dirobohkan, klo diliat dari lumutnya kayanya pohon-pohon itu udah lama banget dorobohinnya, ga tau deh knp, mungkin karena faktor usia kali ya?? noone from us know..

Soal jalur trekking, ga usah takut nyasar, jalan setapaknya lumayan lebar n ga menyesatkan ko. Jadi aman. ๐Ÿ™‚

Sebenernya ada apa sih di ujung jalur trekking itu?? di ujung jalan setapak yang berliku-liku ini adalah sebuah Jembatan Tajuk atau Canopy Bridge. Jembatannya sama kaya jembatan gantung yang suka ada di film-film, tapi yang bikin unik adalah jembatan ini di bangun di atas puncak pohon Bangkirai raksasa. Ada 5 pohon raksasa yang dipergunakan, 2 sebagai menara untuk jalur naik turun dan yang 3 sebagai balkon. Untuk naik ke atas di kenakan biaya lagi sebesar Rp.15.000,-/org. Biaya yang mahal ya hanya untuk sebuah jembatan, tapi ketika kaki menjejakkan kaki di puncak pohon, wuiiih…terbayar deh tu semua cape plus tepos-teposnya. 30 meter kurang lebih ketinggiannya. Ga sedikit lho orang yang akhirnya ciut pas mau mulai nyebrang di jembatannya. Tapi ga sedikit juga orang yang norak (kaya aku) pas menyadari kalo balkon yang aku injek itu cuma melekat di batang pohon raksasa yang entah masih lama atau ngga umurnya. Bingung membayangkannya? Ya makanya ayo dateng kesini.. ๐Ÿ™‚

Pukul 12.45 wita kita bertiga udah duduk-duduk santai selonjoran di atas balkon pohon sambil nikmatin pemandangan dari ketinggian. Jadi ngantuk. Jadi Laper. Jadi nyesel kenapa cuma bawa bekel air minum aja.. hehehe.. ๐Ÿ˜€

berpose di belakang menara pendakian

seperti berjalan di udara ๐Ÿ˜€

Proyek Canopy Bridge itu sendiri di kerjakan oleh kontraktor asing yang hanya menurunkan 6 orang tenaga kerjanya. Dan amazing banget pas menyadari kalo menara dan balkon-balkonnya bener-bener berdiri kokoh ga oleng sedikitpun. ckckckckck… itung-itungannya pasti pas banget.

Okay, turun dari jembatan kita memutuskan untuk trekking pulang lewat jalur trek yang berbeda. Pengelola menyediakan 5 jalur trek untuk kembali ke entrance, sekali lagi, jangan takut nyasar, yang penting kita ga keluar jalur di jamin sampe ke tujuan. Sebelum pulang, karena perut keroncongan akhirnya kita memutuskan buat isi perut di restoran di entrance. Beli 3 porsi soto dan 3 botol elektrolit, dan kami harus membayar Rp.49.000,- semuanya. Itu mahal apa murah ya?? ya tergantung kocek masing-masing.

Pulangnya ya tinggal capenya aja deeeeh… Jalan-jalan yang murah dan menyenangkan kan? di itung-itung ga sampe Rp.60.ooo modal yang di keluarin. Perinciannya : Bensin + Retribusi Masuk + Bekal = 27.000 + 19.000 + 14000 = Rp.60.000,- ย ๐Ÿ™‚

Kata Bijak yang di dapat, “Jika anda memiliki areal lahan yang luas dan kaya akan hasil buminya dengan rumah yang kecil dan tenaga kerja yang sedikit, anda pasti akan kewalahan bagaimana cara merawatnya.”

Masih banyak sebenernya yang mau di tulis tentang dilema hutan vs sumber energi. Jadi bersambung lagi ya… ๐Ÿ™‚

Advertisements

3 responses to “Bukit Bangkirai oh Bukit Bangkirai (2)

  1. Ehm, bingung mau ngomong apa yach !!!,,,kagum juga seh Q ma the naked satoe nech,,,hahahaha
    Hebat bgt tuh bahasa ulasannya, tyuzz, perbanyak lg foto yg gokil,,,itu-tuh foto2 yang gokil bgt untuk sesuatu yang membuat U mau untuk backpacker/naked ke tempat itu…
    Misal, orang pengen ke Pulau Komodo nech. Kalau di tuliskan pasti ada tuh gambar komodonya,,,hehehe

    Well,,,cieyyy,,kyk tulisan U aja pke kata “well”,,hehehe.
    Q tunggu yach, cerita the naked yang lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s