Bukit Bangkirai oh Bukit Bangkirai

Well.. Ceritanya di mulai dari niat pengen bikin tulisan tentang Hutan Kalimantan dan segala dilemanya. Maka mulailah aku brosing sana-sini cari wisata alam (hutan) yang pas. Dan jatuhlah hati pada Bukit Bangkirai. Ada apa disana? Dan kenapa berdilema? Yuk kita kupas.

Berangkat dari Balikpapan sekitar pukul 09.30 wita. Dihari sebelumnya udah dag dig dug aja, coz ujannya deres bangeeeet, yah, secara jalanan di hutan kan bukan aspal, jadi ga rela juga klo sampe gedibel-gedibelan. hehehehe… Tapi Tuhan memang mengizinkan ko.. Karena paginya udara cerah gumirah. Aku dan 2 orang temanku, Gajali dan Giri, berangkat dengan 2 sepeda motor, dan aku tentu saja duduk manis di boncengan sambil tengok kanan kiri berharap liat pemandangan yang indah-indah. Oya, rute kami waktu itu lewat daerah pesisir :  sepinggan (yang ada Bandara Sepinggan tu lho) -> manggar -> lamaru -> samboja, ada pertigaan belok kiri -> KM 38, ada perempatan, ambil jalan yang ke arah Sepaku. Jalannya ga bercabang-cabang ko, jadi gampang.  Waktu tempuh bersepeda motor antara 1,5-2 jam. Kenapa dengan motor? ya karena ga punya mobil, hahahaha. Klo mau naek mobil malah lebih bagus. 😀 . Klo naek angkutan umum agak susah, yang lewat cuma mini bis-mini bis travel aja. Itu pun cuma sampe jalan depan ‘gang’nya aja. Jadi alternative yang paling gampang ya bawa kendaraan pribadi aja, klo mw nyewa mobil kisaran Rp.400-700rb/hari. Klo dari Samarinda, ya ikutin aja trayek bis antar kota Samarinda-Balikpapan terus pas nyampe KM.38 itu ya belok juga ke arah Sepaku. Gampang kan?? Jalan penghubungnya lumayanlah, walaupun ada beberapa titik yang sedang dalam perbaikan, tapi paling tidak itu bukti pemerintah setempat peduli sama tu jalan.

Sepanjang jalan, 50% hutan, 20% tanah kosong atau alang-alang, 30% rumah penduduk. Tapi klo udah lewat KM 38 ya jgn berharap ketemu rumah penduduk. Jadi saran saya, penuhi fuel tank kendaraan anda, beli makanan dan minuman bekal perjalanan secukupnya. 50% hutan, okelah. Tapi harapan saya sirna seketika, mungkin harusnya 50% hutan dan bekas hutan kali ya?? karena hutannya kebanyakan yang rusak. Ironisnya, saya sempat menjumpai tambang Batubara tepat di pinggir jalan. Oh NO!!! arealnya ada di daerah Samboja. Sambil jalanpun bakal keliatan exploitasi habis-habisan itu. Eit, jangan sewot dulu. Itu cuma 1 contoh dari ratusan atau mungkin ribuan tambang batubara dan sejenisnya yang bertebaran di pedalaman hutan Kalimantan. Ironis!! Ironis!! Ironis!!

Bersambung ah…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s